Jakarta 31 Desember 2007
Pancoran, Jakarta Selatan pukul 14:43 WIB. Cuaca mendung mulai pagi hari.
Di kala cuaca mendung seperti saat ini, saya teringat sebuah guyonan yang sering saya lontarkan ke teman-teman di kantor. “Saya tidak takut hujan, saya tidak takut banjir, yang saya takuti macetnya” Memang benar betapa mengerikan macetnya lalu lintas Jakarta pada waktu dan sehabis hari hujan. Jarak 1 kilometer atau kurang terpaksa ditempuh dalam 15 menit. Persimpangan Patung Pancoran yang sudah tampak begitu dekat dari Gedung Bidakara harus dicapai dengan susah payah. Terlihat tapi tidak sampai-sampai, seperti rembulan di langit saja.
Macet sehabis hujan. Akumulasi dari berbagai penyebab. Coba saja telusuri jalan dari arah Manggarai sampai dengan Patung Pancoran. Tidak perlu jadi ahli untuk menyebut penyebabnya. Mulai dari bentuk jalan yang tidak punggung penyu (malah bagian tengah jalannya lebih rendah daripada bagian pinggir), selokan di samping jalan yang tidak berfungsi. Pemeliharaannya mana ? AMDAL, wah jauh panggang dari api. Genangan air sehabis hujan di dekat Gedung Korindo sampai Apotik Bunderan Pancoran dan Bimbel Santo Lukas. Pasti karena disain jalan yang “aneh”, lebih rendah di depan Korindo, sehingga seperti waduk kecil. Kasihan Pak Polantas, (ada kantor satlantas yang dekat Gedung Korindo) mau mengatur juga bingung.
Tolong kepada yang berjanji “serahkan kepada ahlinya” untuk cepat-cepat memperbaiki kondisi ini.