Hutan dunia dulunya menjadi cerita tentang tempat yang jauh, seram dan lebih baik dihindari.
Hutan dunia kini menjadi berita tentang tempat yang harus tetap ada agar manusia tetap hidup layak.
Banyak usaha dilakukan agar hutan dunia tetap ada, walaupun usaha itu menjadi dilema.
Paradigma dan dikotomi Konservasi vs Konsumsi, Ekologi vs Ekonomi, Proteksi vs Produksi, Intangible vs Tangible begitu sulit untuk berkompromi.
Luas hutan dunia yang hancur, jutaan pohonan yang ditebang, jutaan satwa yang tersingkir , tanah yang tergersangkan, udara yang berubah adalah mudah untuk sekedar diingat. Yang diperlukan adalah niat untuk mempertahankan dan memperbaiki hutan dunia.
Wacana begitu banyak untuk menjaga hutan dunia. Ilmu pengetahuan sudah dikembangkan untuk memperbaiki hutan dunia. Pejuang pelestari hutan sudah berkarya. Namun, ternyata lebih banyak kepentingan dan prioritas lain yang mengalahkannya.
Marilah sejenak kita berhenti, marilah merenungkan langkah selanjutnya agar hutan dunia tetap ada dan nilai kemanusiaan tetap mulia.